UNTUNG ADA KHONG GUAN

Santi, Sinta dan Sasa merupakan sahabat karib. Mereka telah melewati masa-masa sulit bersama dan melewati masa-masa senang bersama. Tak ada hari tanpa kebersamaan. Dikantin sekolah, di tempat ekstrakurikuler, dan di tempat liburan, semuanya selalu dilalui bersama dalam kebersamaan. Suatu saat mereka berencana akan pergi liburan, tempatnya juga bukanlah tempat yang mudah. Mereka sengaja memilih tempat yang berdekatan dengan alam karena, mereka ingin merasakan sensasi liburan yang menantang. Beda halnya dengan diperkotaan ataupun di mall. Tempatnya cenderung sudah diketahui medannya, tidak seperti liburan di outdoor.

Pilihan mereka kahirnya jatuh ke sebuah pulau di luar Jawa. Tempat itu di Karimun Jawa, terbayang betapa indah tempat yang akan mereka sambangi. Mereka lalu sibuk membicarakan tempat itu, Sasa mencari data-data di internet, Sinta mencari tahu lewat grup di media sosial, lalu Santi bertanya kesana-kemari mencari tahu tentang Pulau Karimumn Jawa. Setelah mengatur segala administrasi perjalanan piknik, mereka lalu memutuskan untuk berangkat pada liburan panjang sekolah yang. Untungnya waktu liburannya satu minggu, sehingga mereeka mempunyai cukup waktu untuk berlibur di luar pulau Jawa.

Kendaraan yang mengangkut merekapun tiba. Kendaraan itu lalu membawa mereka ketempat tujuan. Sesampainya disana mereka langsung menginap dihotel yang sudah dipesan. Mereka bertiga menikmati liburannya. Apalagi Sasa, tak henti-hentinya dia bermain air laut. Berkejar-kejaran dipantai adalah peristiwa yang mereka tunggu-tunggu. Karena ketika disekolah mereka tidak bisa setiap saat menikmati pemandangan air pantai. Sepertinya pulau itu hanya milik mereka bertiga, sedangkan yang lainnya hanya parasit, yang menumpang hidup disana.

Gelak tawa, serta tingkah polah yang enerjik tidak habis-habisnya dipancarkan oleh mereka bertiga. Setelah puas bermain di pantai mereka bertiga, memutuskan untuk bermain, masuk kedalam hutan. Disana mereka melihat tumbuhan dan hewan yang unik, mulai dari bentuk sampai dengan cara berjalnnya yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Ketika Sinta sedang duduk di atas batu tiba-tiba kupu-kupu datang mendekat. Kupu-kupu itu lucu sekali, sampai-samapi Sinta berusaha memotretnya, tapi gagal. Kupu-kupu itu lalu hinggap di tangan Sasa. Santi yang melihatnya lalu mengejar kupu-kupu itu, tapi kupu-kupu itu terbang ke angkasa. Mereka bertiga terlihat sangat menikmati sekali liburan di pulau Karimun. Tiga hari berlalu, dan kini tiba bagi mereka bertiga untuk pulang ke Jakarta. Kapal yang mereeka pesan sudah datang, koper-koper besarpun diangkut kedalam kapal, dan kapal yang mereka naiki berangkat. Baru setengah jalan, tiba-tiba saja kapal mereka terbalik. Ombak besar dan cuaca yang tidak bersahabat membuat mereka terjatuh dari kapal. Ditengah situasi yang mengancam itu, mreka melihat sepuluh kotak biskuit Khong Guan. Sasa yang melihat ini lalu memberikan arahan agar berpegangan pada kotak biskuit Khong Guan. Mereka berempat bersama nahkoda lalu berpegangan pada sekotak biskuit Khong Guan yang memiliki ukuran yang besar. Sehari semalam mereka terapung-apung di laut. Sebelum akhirnya mereka diselamatkan oleh regu SAR. Begitu sampai didarat, tak henti-hentinya mereka bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan lahap mereka makan biskuit Khong Guan. “Ya….ampun tidak pernah terbayang, jika tidak ada biskuit Khong Guan”, cerita mereka dengan heboh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>