TERBAWA NANO-NANO

Ada yang berbeda dengan malam kali ini. Kali ini malam tidak lagi berlangitkan kelambu warna hitam, tetapi kerlap-kerlip serupa bintang yang berwarna-warni. Dan, gumpalan permen berwarna-warni itu keluar aroma yang bermacam-macam. Semuanya tampak harum sekali, membuat orang yang melihat ingin mencoba mncicipinya. Diatas rambut Randi melayang gumpalan-gumpalan permen itu. Randi lalu berujar, “ Andaikan permen itu terjatuh, pasti akan sangat menarik sekali”, harapannya dalam hati. Kira-kira lima menit kemudian, terdengar bunyii…”Swiiing….”, bunyi itu melesat cepat sekali melewati pohon, bukit dan lautan. Randi bergegas mencarinya, diambil sepeda motor lalu ia melaju dengan kecepatan tinggi. “Dimanakah suara itu, kemana perginya”, tanya Randi dalam hati. Karena tidak ketemu Randi lalu mencarinya kembali.

Dengan bersusah payah ia mencarinya, difokuskannya pandangan kedepan mata Randi. “Pokoknya aku harus menemukan gumpalan permen itu”, Randi bertekad dnegan niat yang tak bisa dibantahkan lagi. “Ciiit….”, Randi memberhentikan sepedanya. Tak disangka Randi bertemu dengan seorang peramal yang menyuruhnya berhenti. Peramal itu menyuruh Randi untuk berhati-hati dalam  mencari gumpalan permen itu. Sebab, gumpalan permen itu memang terlihat besar, tetapi tidak mudah untuk mendapatkannya. Benda asing itu dapat berjalan sekehendak hatinya sendiri. Dia pergi kemanapun dia suka. Hawa tropis merupakan area yang disukai oleh gumpalan permen itu. Dia selalu berputar-putar buila berada didekat hawa tropis itu. Randi sempat terkaget-kaget mendengar cerita dari peramal itu. Karena baru kali ini Randi mendengar bahwa ada benda seperti itu. Benda yang unik dan bertindak seperti satelit. Terdorong oleh rasa penasaran Randipun melanjutkan pencariannya itu. Dua malam lamanya ia mencari gumpalan permen yang menancap di angaksa  itu.

Hampir saja Randi putus asa…ternyata setelah diteliti lagi gumpalan permen itu menyandung kakinya. Dilihatnya lagi dengan seksama, Randi mengelilingi gumpalan permen itu. Bentuknya seperti meteorit yang terbakar, hanya saja lucunya bau permen. “Kraak…”, gumpalan itu pecah dan memuntahkan seperti lava kecil yang perlahan-lahan menyebar dengan sendirinya. Mata Randi terbelalak, keheranan dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kepingan gumpalan itu menyebar, seolah dilempar oleh msin yang tertanam disana. Randi kini seperti mendapatkan harta karun, karena peristiwa seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya Dipermukaan gumpalan itu tertulis huruf Nano-Nano, satu lagi keajaiban terjadi. Benda asing itu memenuhi angkasa, iya betul seperti terbang ke angkasa. Lalu sebagian turun lagi kebumi, seperti hujan yang deras. Tapi tidak seperti hujan, benda itu turun seperti hujan, setiap 10menit sekali. Pada saat benda itu jatuh kebumi, lalu diserap oleh tanah. Seperti punya pikiran sendiri benda itu menyembul dengan sendirinya. Randi ternyata ada di dunia Nano-Nano. Randi bangun dan berlari keheranan.


Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>