POLO yang Asik

Hari-hari di kota SukaAsik terlihat suntuk, semuannya seperti bosan. Tidak ada senyuman ataupun canda. Entah apa yang terjadi, padahal dulunnya kota SukaAsik tidak begini. Banyak anak muda yang hanya berpangku tangan saja. Mereka sungkan mengumbar senyumnya, bermain bersamapun mereka tidak memiliki semangat. Segenap daya sudah dilakukan, mereka mengajak wargannya untuk berolah raga bersama, tetapi tetap saja mereka tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Lalu mereka juga sudah melakukan aksi melompat-lompat bersama, setiap sore, karena ada kepercayaan bahwa jika mereka melompat-lompat bersama, mereka akan dapat menmukan kembali senyuman mereka.

Wabah ini tidak hanya menjangkiti para nak mudannya saja, tetapi juga para orang tuannya mereka bisa dibilang cuma duduk-duduk saja. Dan menghabiskan makanannya, lalu pergi tidur. Tak terkecuali juga para orang tuanya yang bekerja. Mereka hanya bekerja seperlunnya dan pulang ke rumah. Hanya itu saja yang menjadi perhatian mereka. Tidak lain, hanyalah melakukan rutinitas, yang sepertinya tidak akan berubah. Diam, ditempat. Statis. Walikota kota SukaAsik lalu memutar otaknya, jika begini terus, kotaku akan menjadi kota yang seperti robot. Mereka cuma menjalankan apa yang ada didepan mata mereka saja, tapi tidak mempunyai kreatifitas dan inisiatif. Aku harus berbuat sesuatu, untuk kota ini.

Ia lalu mulai membuka-buka buku mencari jalan keluar dari permasalahan yang tengah dihadapinnya, internetpun juga tak luput dari sasarannya. Akhirnya setelah sekitar seminggu ia mencari Pak Walikota menemukan apa yang menjadi keinginannya. Ia menemukan sebuah resep kuno dari negeri seberang beranama POLO, ini adalah sejenis permen yang bisa membuat orang-orang menjadi menemukan kembali gairahnya. Dengan bergegas Pak walikota lalu mencari permen ini. Rupannya ia harus menempuh tujuh belantara dan sepuluh samudera untuk mendapatkan ramuan ini. Meskipun begitu ia tak mempermasalahkannya. Bersama beberapa wargannya Pak Walikota lantas mengayuh perahunnya, hambatanpun berdatangan. Badai-hujan-petir halilintar tak dihiraukannya. Pendiriannya teguh, sebab ia yakin akan mendapatkan permen itu. Tanpa dinyana sampailah mereka ketempat yang dituju, baju pa walikota sudah compang-camping karena ia harus melalui berbagai hambatan yang ada. Setelah menemukan apa yang dicarinnya Pak walikotapun, membawa ramuan itu pulang.

Sesampainnya ia di kota SukaAsik ia meminta seluruh wargannya untuk datang ke gedung balaikota SukaAsik. Wargapun datang berbondong-bondong, dengan penuh tanya apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh pak Walikota, kenapa mereka mengumumkan bahwa mereka disuruh unutk datang ke gedung walikota. Dengan pelantang Pak walikota lalu meminta mereka membuka mulutnya, dan satu demi satu Pak Walikota memasukkan permen berkhasiat yang bernama POLO itu, dan para warga tercengang. Mereka seolah mendapat kekuatan baru dan sepertinya sekujur badan mereka diliputi, sinar semangat yang tak pernah mati. Mereka terus menerus menjadi antusias, seolah mereka mendapati dir mereka yang baru. Pak walikota senang dan kini warga kota SukaAsik memulain hidupnya yang baru dengan penuh energi.


Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>