Menyimpan Bersama SEAGATE

“Dimana aku harus memasukkan ini semua”, Shinta bergumam. Ia berdecak seolah tak ada lagi jalan keluar. Shinta adalah orang penting yang harus bepergian dalam waktu yang singkat. Ia melihat kearah jam tangannya, waktu menunjukkan pukul 13.05. ia harus bergegas. Pesawatnya sebentar lagi akan lepas landas. Shinta harus bergegas untuk sampai ke dalam pesawatr, karena ia akan bertolak menuju Las Vegas. Shinta berprofesi sebagai programer, tetapi uniknya ia bekerja secara mandiri. Shinta acapkali bepergian ke luar negeri, banyak konsumen yang menggunakan jasanya.

Karena kemampuannya ini Shinta tak pernah lepas dari komputernya. Apalagi jika ia tengah dalam pesawat ia selalu mengaktifkan laptopnya. Belakangan karena pekerjaannya yang semakin menumpuk, Shinta harus menyimpan file-file itu di laptopnya. Tetapi karena semakin lama filenya semakin banyak, maka ia membutuhkan media penyimpanan yang lebih besar. Media itu haruslah portabel, sederhna, ringkas, dan juga bentuknya keren. Sedap dipandang, dan membuat ia betah untuk berlama-lama dalam mendesain websitenya. Masuk akal, sebab ia adalah orang yang bergelut dibidang IT. Shinta membutuhkan atmosfer yang kondusif untuk membuat sebuah website. Didalam pesawat ia melihat sebuah barang bertuliskan SEAGATE, ternyata setelah ia lihat dengan seksama itu adalah sebuah eksternal hardisk. Maka ia langsung mengambilnya, dan dilihatnya lagi, disebaliknya ada tulisan “It’s belong to Paul”. Barang itu milik Paul, maka ia bertekad untuk mengembalikan barang itu. Shinta lantas menghubungi pramugari dari maskapai itu. Pramugari itu lalu mengahmpiri Shinta. Pramugari lantas mengumumkan bahwa, telah ditemukan sebuah eksternal hardisk didalam pesawat, barang itu atas nama Paul. Tak berapa lama Paulpun datang, lelaki bule itu mengucapkan terima kasih yang tak henti-hentinya pada Shinta. Paul lalu bercerita betapa ia sangat membutuhkan barang yang menyimpan ratusan bahkan jutaan data itu.

Dari situ Shinta sadar, bahwa SEAGATE sangatlah berharga dan memiliki peranan penting. Oleh karenanya Shinta berniat membeli SEAGATE sesampainya tiba ditujuan. Begitu disa sampai di Las Vegas, ia langsung pergi ke kantor kliennya. Disana ia disuruh menunggu oleh resepsionis. Shintapun menunggu, tak lebih dari dua jam lamanya ia akhirnya bertemu dengan pemilik perusahaan. Betapa terkejutnya Shinta ternyata ia mengenali sosok itu. Dialah Paul pemilik dari eksternal hardsik itu, Paul rupanya sudah mengamati Shinta sejak lama. Paul ingin agar Shinta tidak menjadi sekedar kenalannya saja, tetapi juga rekan kerjanya. Shinta diminta untuk menjadi kepala pengembangan produk oleh Paul. Sontak saja tawaran ini diiyakan oleh Shinta, dirinya memang sangat terkesan dengan comnpany profile yang dimiliki Paul. Shinta tidak pernah menyangka jika didalam SEAGATE isinya tidak hanya saja berisi data-data, tetapi juga cerita sejarah yang mempertemukan Paul dengan Shinta, serta yang lebih penting lagi dsana terdapat masa depan Shinta. Masa depan cerah yang ternyata diidam-idamkan Shinta, terdapat di SEAGATE.


Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>