LOTTE Kita Semua

Dinda dan Dimas merupakan dua orang kakak beradik yang kompak. Kemanapun mereka pergi selalu berdua, dimana ada Dinda disitu ada Dimas, begitu juga sbaliknya. Mungkin karena waktu lahir mereka berdekatan. Sehingga mereka berdua saling pengertian satu sama lainnya. Suatu saat mereka akan pergi berkemah di bukit Panjang. Bukit Panjang merupakan bukit yang curam, dari namanya saja sudah dapat dibayangkan bahwa, medan yang ada pada bukit ini tidaklah mudah. Mereka harus berusaha dulu sekuat tenaga, baru mereka dapatĀ  sampai ke bukit Panjang. Tidak sedikit orang yang mengalami cidera, sewaktu mendaki di bukit Panjang. Berbagai cerita seram juga meliputi bukit Panjang.

Banyak pihak yang melihat bahwa pada perjalanan menuju bukit panjang, mereka menemui seorang penyihir jahat, yang meminta perbekalan para pendaki, sehingga sesampainnya di bukit Panjang para pendaki menjadi kelaparan. Atau belum lagi ada crita yang bekata bahwa ada badut seram yang mencoba mengganggu para pendaki, sehingga para pendaki wajahnya menjadi pucat pasi, mereka nseperti menyedot ketakutan dari para pendaki. Berbagai cerita itu tampaknya tidak membuat Dinda dan Dimas menjadi takut, justru sebaliknya mereka berdua tetap teguh untuk pergi ke bukit Panjang. Bersama dengan para teman-teman lainnya Dinda dan Dimas pergi ke bukit Panjang. Tapi sebelumnya mereka berpamitan dulu pada orangtua mereka. Akhirnya merekapun berangkat, mereka menuju bukit Panjang bersama dengan kedua teman lainnya.

Mereka menuju kesanan dengan truk, didalam truk yang sepi penumpang itu mereka membuka peta. Dinda dan Dimas membahas mereka akan pergi melalui jalur mana. Akhirnya setelah berdebat mereka memilih jalur selatan, karena dianggap jaluir itulah yang paling memungkinkan untuk dilewati. Truk yang mereka tumpangipun berhenti. Mereka berempat turun dari truk. Lolongan serigala malam dan burung hantu ikut mewarnai suara yang mencekam. Kedua teman Dinda dan Dimas, sudah ketakutan mereka saling berpelukan, berharap tidak ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Tak berselang mereka mulai melangkahkan kakinnya dan didepan mereka, sudah ada tantangan kecil yang menunggu, sebuah parit kecil, yang dalam. Tampaknya parit itu merupakan parit yang dipakai untuk berburu hewan liar, tapi sudah tidak terpakai lagi. Dimas mencium ada sesuatu yang tidak beres, dan benar saja tak berapa lama, pohon tumbang menghalangi jalan setapak yang akan mereka lalui. Dinda denagn segera mengambil permen karet Lotte dari dalam tasnnya, ia lalu tiba-tiba berubah menjadi robot, tepatnya robojin, sebuah robot yang mengeluarkan senjata andalannya permenkaret besar, yang lengket dan mampu menjaring para penjahat. Dari samping kanan muncul para makhluk yang ditakuti para pendaki bukit Panjang: penyihir jahat dan badut seram mereka berdua tampak ketakutan melihat Dimas dan Dinda. Dimas juga tak mau ketinggalan, ia kini tubuhnya diselubungi jubah dari baja, Dimas segera mengambil permen karet Lotte dan kedua penjahat itu masuk kedalam gelembung permen karet besar. Dinda dan Dimas beserta kedua temannya kembali melanjutkan perjalananya ke bukit Panjang.


Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>