Karena SANKEN

Seminggu lagi kami akan ada acara keluarga, pada acara keluaga ini kami selalu menghidangkan makanan dan minuman. Makanan dan minumannyapun istimewa, karena melibatkan bahan-bahan pilihan yang tidak biasa. Bumbu-bumbu terpilih, bahan makanan yang berasal dari nomor satu. Kami mengambilnya juga bukan dari tempat sembarangan, melainkan dariĀ  gunung-gunung, serta perbukitan dimana bahan itu berasal. Pada acara tahunan ini, kami selalu melibatkan orang-orang yang memiliki keahlian dibidangnya, dan bukan cuma orang yang hanya bisa memasak, tetapi orang yang tahu dan mengenal dengan baik, masakan yang akan diolahnnya. Betapa beruntungnya kami, karena dapat mengadakan acara ini, sebab acara ini tidaklah sembarangan, para panitia juga tidak dengan mudahnya memberikan ijin agar acara ini dapat terselenggara.

Sebenarnya acara ini berasal dari Swiss, lalu merebak ke seluruh dunia, acara ini adalah acara festival kuliner tingkat dunia. Sebelum melangkah lebih jauh acara ini bernama: World Culinary. Jadi acara yang bertaraf internasional ini, selalu memanggil orang-orang yang memang dipilih untuk mengawasi, agar acara dibeberapa belahan dunia lain, dapat berjalan dengan baik. Jadi untuk bisa menyelenggarakan acara ini, terlebih dulu harus mempunyai lisensinya terlebih dulu, baru bisa melangsungkan acara ini. Namaku Joni, aku merupakan mahasiswa dari universitas kuliner yang cukup ternama. Aku ikut serta dalam kepanitiaan ini, karena ingin melatih bakatku dalam dunia kuliner.

Aku meluangkan waktuku untuk bisa mempelajari dan mempersiapkan acara ini dengan bersungguh-sungguh. Karena aku tahu peluangnya dimasa depan sangatlah bagus. Sehabuis pulang kuliah aku langsung saja bergegas pergi ke tempat acarannya. Aku diberikan tanggung jawab untuk mengurusi peralatan dapur, beserta perlengkapan memasak lainnya. Kuperhatikan dengan seksama, kulihat baik-baik, apakah masih ada kekurangannya. Dan ternyata, memang masih ada beberapa kekurangannya tapi aku bisa mengatasinnya. Untuk mengantisipasi agat tidak ada hal yang vterlewatkan, aku lantas membuat catatan kecil tentang barang-barang yang kupersiapkan. Aku menemui ada beberapa barang yang sudah rusak dan tidak layak untuk dipakai lagi. Aku lalu memutuskan un tuk menggantinnya, dan permintaan itu disetujui.

Barang yang paling urgent untuk diganti adalah sebuah dispenser yang sudah usang, semula panitia akan menggantinnya dengan barang serupa yang berharga jauh lebih mahal, tetapi aku melarangnya. Aku mengusulkan agar, lebih baik menggantinya dengan barang bernama Sanken, sebab barang ini mempunyai kualitas yang layak uji, dispenser ini mempunyai watt yang kecil, yakni hanya 175 watt, belum lagi fasilitas yang dapat memanaskan air dengan cepat. Ternyata dari sini saja, panitia dapat menghemat pengeluaran. Sanken, kami berhutang padamu.


Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>