Bertualang Bersama Lifebuoy

Hari ini merupakan hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Rani, pasalnya ia akan berpiknik ria. Tidak tanggung-tanggung ia akan berpiknik bersama pamannya yang dari desa. Iya, Rani akan diajak piknik oleh pamannya untuk pergi kedesa. Pikirannya melambung tinggi, seperti akan bertolak ke angkasa dan tidak bisa mendarat lagi. “Oh, aduhai hari ini aku akan piknik”, begitulah cuitannya di salah satu media sosial. Rani menyempatkan diri untuk berlama-lama berkaca didepan cermin. Dipilinnya rambut Rani yang ikal, disisirnya perlahan-lahan, seperti ia menyisir sehelai benang sutra. Baju warna ungu, akhirnya baju yang dipilih Rani untuk berangkat ke desa nanti. “Ting…tong…”, suara bel dari rumah Rani. Itu pertanda bahwa paman Rani sudah datang, dan siaap akan mengajak Rani untuk berlibur ke desa.

“Ayo Rani, angkat kopermu dan mari kita bergegas pergi”, ajak sang Paman. “Baik Paman….”, teriak Rani senang. Setelah menempuh perjalanan dua jam lamanya merka sampai di Jogja. Rani senang bukan kepalang, ia lalu langsung melepas sepatunya da berganti dengan sandal. Diambilnya joran, dan ia memasang umpan, untuk memancing. Satu…dua…empat, Rani sudah berhasil menggaet empat buah ikan mas. “Horee…paman lihatlaah”, pekik Rani. Karena saking senangnya Rani lalu menyebur kedalam empang. Ia berlompatan mencoba mengambil ikan didalam empang, alhasil badannya penuh dengan lumpur disana-sini. Rani lantas diajak saudaranya untuk membajak sawah, “Ayo Rani sini…cepat kemari…”, jerit saudara Rani. Dengan tergesa Rani beranjak ke arah sawah. Pancing yang ada digenggamannya dibuang ke tanah. Di Jakarta Rani tidak pernah menemukan lokasi yang menyenangkan seperti ini, dimana ia bisa berlarian bercanda bebas dan tanpa beban. Rani berteriak kesana-kemari menumpahkan segala kesenangannya ia berkejaran dengan saudaranya.

Sesampai Rani disawah ia lalu diajari saudaranya bagaimana sistem irigasi disawah. Bagi Rani ini menarik sekali, sebab ia dapat belajar banyak hal baru. Meskip berkeringat Rani tetap saja melanjutkan aktifitasnya. Di kejauhan terdengar suara “Hmooooo…..”, suara kerbau milik paman Rani. Rani dan saudaranya lantas bergegas naik ke atas kerbau. Pertamanya ia jatuh, tapi lama-kelamaan Rani dapat menyesuaikan diri dan tidak terjatuh. Lamat-lamat kerbaunya berjalan, tapi lucunya Rani terjatuh juga. Ranipun belepotan lumpur lagi, kali ini lebih bnayak. Saking asyiknya, mereka tak sadar, kalau matahari sudah beranjak tenggelam. “Ayo anak-anak pulang, segera mandi”, ujar paman Rani. Rani serta saudaranyapun bergegas mandi. “Aduh gatal sekali badanku”, ujar saudari Rani. Dia tak henti-hentinya menggaruk badannya. “Ini pakai saja ini, ibu membawakanku sabun Lifebuoy”, jelas Rani. “Karena Lifebuoy mengandung bahan khusus yang akan menjaga tubuh kita telindungi dari kuman, serta bakteri, dan lagi badan jadi terasa segar sepanjang hari”, ujar Rani sambil memberikan sabun Lifebuoy pada saudaranya.


Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>